ARTIKEL

Nukilan Damay Ar-Rahman

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

Damay Ar-Rahman atau Damayanti alumni Universitas Malikussaleh dan IAIN Lhokseumawe. Sehari-hari mengajar dan tenaga administrasi. Penulis telah menerbitkan sembilan buah buku, di antaranya Aksara Kerinduan (2017), Serpihan Kata (2018), Senandung Kata (2018), Bulan di Mata Airin (2018), Dalam Melodi Rindu (2018), Akhir Antara Kisah Aku dan Kamu (2020), Di Bawah Naungan Senja jilid 1 & 2 (2022), dan Musafir (2022). Tulisannya dimuat oleh surat kabar Republika, Media Indonesia, Serambi Indonesia, Jawa Pos Radar Lawu, Riau Pos, Sinar Indonesia Baru, Riau Sastra, Tatkala.co, LP Ma’arif NU Jateng, Literasikalbar.com, Marewai.com, Mbludus, Utusan Borneo, Doea Jiwa, dan lainnya. Beberapa kali mengisi kelas menulis dan menjadi pelatih sastra. Saat ini penulis menetap di Lhokseumawe, Aceh. Ig/Fb @damay_ar-rahman

ENTAH KE MANA 

Daun-daun menguning gugur diterpa badai

Nyaris dibawa tanah

Menuju rongsokan bekas guncangan

amarah awan

Dendam air melampiaskan kepada api

dengan hantaman tsunami

Disapu puing-puing

Terbuat dari pasir mati

Melawan tanpa henti

Memporak-porandakan segala isi

Habis punah dilahap bumi

DOA PENJAGA

Untukmu nyanyian jiwa

Katakanlah semua cerita itu

Jangan biarkan memberontak

Menyiksa sesakkan dada

Takkan ada yang menghibur

Karena segala hidup adalah menanti

Sampai tiba tempat abadi

TERLALU LUPA

Luasnya jalan memberi tujuan

Itu dapat dilihat dalam cakra

Yang dicium oleh aroma kenangan

Saat pikiran tak membawa pada peristiwa lama

Untuk dinikmati dalam alun-alun kembang bunga

Meski ternyata

Semua adalah bayang-bayang jemu

Dalam tidur panjang semu

BERITA LAIN

Matinya presiden kami!

Seluruh jelata Asmaraloka dikejutkan dengan khabar liar yang berhembus sejak semalam itu. Semacam tidak percaya, rasanya baru seminggu lepas presiden mereka itu mendapat tepukan dan

Nukilan Effa Raifana

EFFA RAIFANA. Nama sebenar beliau ialah Nur Raifana Abdullah @ Deborra Michael. Kelahiran daerah Dalat, Sarawak. Berkhidmat di Jabatan Peguam Besar Negeri Sarawak. Bergiat aktif

Kilau Ramadan

Saat siang datang mewarnai kelaparan Betapa kemiskinan kian tumbuh di ladang Kilau ramadan menyamar lentik kehampaan Haus dan lapar mendayung saling menghayati setelah siang menuntut

Sanggar Puisi

HARUMAN RAMADAN Hirupan mewangi akrab bersama alunan suci Rempah taqwa membalut diri Ujian menahan nafsu Sepurnama Ramadan hadir Maghfirah diburu insani Mawaddah iqra itulah penyeri

Oyeng dan lelaki berwajah Bonoba

AWANG JOHARI JULAIHI menggunakan nama pena: Johari A. Julaihi, berasal dari Simunjan dan menetap di Kota Samarahan, Sarawak. Berpendidikan Ijazah Sarjana Muda Psikologi dengan Kepujian

Puasa Pertama Aariqin

AIRUL AFFENDI ALI “Ayah, betul ke kalau tak puasa, tak boleh raya?. Soal Aariqin dengan dahi berkerut sambil matanya mulai mendung. Aku tersenyum. Buku yang

BERITA TERBARU

Umat Islam puasa Ramadan dua kali pada tahun 2030

Kalendar Hijriah Islam dihitung berdasar putaran bulan, manakala kalendar Gregorian atau Masehi dikira berdasar perjalanan bumi mengelilingi matahari. Justeru, ini menyebabkan umat Muslim berpuasa 36