
Angin timur laut datang
menyapa
mengetuk pintu pagi
jendela langit ternganga
hujan turun mencurah
menaiki anak tangga
di setiap sudut rumah
kami berjalan
di atas air
lumpur kuning berenang
mencari tempat singgah
di dapur
orang rumah mulai resah
lelah mengemas
tangan tak cukup
bunyi rak bertingkah
pinggan mangkuk berlaga
di atas para
beras segantang tinggal
secupak
ayam sereban sepekan
kehabisan dedak
telur sesangkar membusuk
jeruk
hujan turun
banjir di mata
mimpi kehilangan lena.



