ARTIKEL

NARATIF GARUDA YANG BERTUKAR GAJAH PUTIH

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

JOM BACA E-PAPER SUARA SARAWAK/ NEW SARAWAK TRIBUNE PERCUMA SEAWAL 2 PAGI SETIAP HARI. KLIK SINI

Sangkaan sang garuda tersasar

saat membina sarang hinggap di sebuah

pohon besar

setelah menyangka kehadirannya diterima

tetapi ditolak siang-siang

sidang manusia dan mergastua

atas alasan wilayah itu habitat asli

terlarang

kepunyaan petinggi istiadat dan pejuang

rimba

serta hak keruai, helang dan kenyalang

juga milik Orang Utan dan Orang

Belanda.

Kata mereka, “Ini tanah keramat kami.

Adat

serta akar tradisi melingkar rapi, melilit

kukuh

dari langit hingga turun ke tujuh petala

bumi,

di atas lahannya tali budaya tersimpul

ketat,

berjejer tajau pusaka warisan

menyimpan sarat naratif perjuangan

dengan darah pengorbanan mengalir

pekat,

dan keringat semangat mengguyur likat.

Di sini, berkurun peradaban para leluhur,

kosmos alam dan nilai maruah disiagaawasi

serta terpelihara suci murni. Maka

untuk

mendiaminya tidak sewenangnya mudah

walaupun buat warga serumpun setanah,

atau waima pun satu tubuh dan sedarah.”

Wajah sang garuda sekilas berubah

dari burung gagah terbang di kayangan

lantas bertukar menjadi gajah putih

sekawan

yang terbiar merayau di atas tanah

berkeliaran tanpa tuan.

Kini impian untuk menyaksi

sarang hinggap garuda megah bergengsi

hanyalah bayangan pesona indah

segunung harapan musnah

sekadar cantik khabar daripada rupa

sarang hinggap yang dahulu ampuh

sekarang bagai menunggu masa runtuh

atau mungkinkah terbiar menjadi

sesepuh?

bak lembaran mushaf lusuh

yang tersorok cermat di ruang pojok

meski tetap dijaga elok.

BASRI ABDILLAH

Samarinda-IKN-Balikpapan-Kuala Lumpur.

BERITA LAIN

PEJUANG NAFKAH

Dia tidak pernah ambil tahu jika wang di saku sering berbaki cukup-cukup nyawa. Dia tidak pernah peduli kalau ringgit makin mengukuh merujuk ungkapan orang ekonomi.

GELANDANGAN

Melintasi kedai serba ada kulihаt dia berbaring santai menyesak ruang masуk ke pintu kedai pelanggan lalu-lalang memandang sinis menutup hidung. Kita ini miskin atau kaya

BERITA TERBARU