ARTIKEL

SANGGAR PUISI

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

JOM BACA E-PAPER SUARA SARAWAK/ NEW SARAWAK TRIBUNE PERCUMA SEAWAL 2 PAGI SETIAP HARI. KLIK SINI

Mohd Salleh Osman

Presint 16, Putrajaya.

GILA

Semakin ramai umat manusia

selesa berwatak gila

melompat sana sini demi sejemput kuasa

mereka lebarkan sayap dosa

hidup didera haloba.

Kami ini

ada yang miskin mengejut

ketika mereka kaya tiba-tiba

jerit kami hanya mengguruh

melingkari sekitar gelap

dentum tak ke mana

terpantul di dinding kenyataan

sedang mereka rancak

meneruskan pacuan.

Jangan kautinggalkan kami

setelah kaugadai maruah kami.

Arjuna Hiqmah Lubis

Kuching.

Mudahnya Aku Terkayuh

Perlukah aku memberi tahu

bahawa aku sudah tiba

sedangkan kau tidak lagi menanti.

Kuteringat akan kata yang penuh erti

yang pernah terucap meski seakan bercanda

tapi bagiku, candamu lebih dari serius

untuk dijadikan petunjuk ke mana aku harus pergi.

Pabila memang benar kaupunya hati

tentu kau takkan pergi dan setia sampai mati 

kini terasa lain dari biasanya

kau seakan punya dua hati yang saling berganti.

Dulu kau seperti pelukis yang selalu mewarnai hariku

kau buat aku tersenyum dan tertawa 

hanya dengan goresan penamu

begitu gampang aku terkayuh

meski tanjakan berbatu tak terasa lagi bagiku.

Hai malam yang mencari pelita

jadikan aku temanmu

sesungguhnya aku

salah seorang yang ikut mencari 

dalam gelapnya malam.

Erik Kehi Maumere 

12 Februari 2021.

SERPIHAN DUKA

Selepas gerimis di Khamis yang manis

engkau berlabuh pada hati yang baru

rupa yang manis bersanding manja

pada raga yang tak semestinya di sampingmu.

Inikah yang dinamakan duka

harus memilih melepas dari pada memiliki

aku pernah bermimpi memilikimu

namun pasrah dan perih milikku saat ini.

Di atas harap yang panjang

untukmu tinggal bayang yang lalu sehabis gerimis

kita adalah aku dan kamu yang tinggal serpihan kenang

asaku tinggal merapal ajal pada luka yang dalam.

BERITA LAIN

PEJUANG NAFKAH

Dia tidak pernah ambil tahu jika wang di saku sering berbaki cukup-cukup nyawa. Dia tidak pernah peduli kalau ringgit makin mengukuh merujuk ungkapan orang ekonomi.

GELANDANGAN

Melintasi kedai serba ada kulihаt dia berbaring santai menyesak ruang masуk ke pintu kedai pelanggan lalu-lalang memandang sinis menutup hidung. Kita ini miskin atau kaya

BERITA TERBARU