
Di tanah sejengkal ini
riuh opera menari nyanyi
bersandiwara dalam kelam
merai di sebalik lingkungan kejam
membentuk hanyir terperam
Saban hari pentas berhias hilang seri
tegaknya tempang sebelah kaki
pasak bersemak berjalar retak
petandang hilang menitip bayang
sisa yang tinggal hanya pejuang
pencari abadi yang rela mengabdi
walau tercincang
Usah dikubur kambus prinsip
bakti
usah ditiup nyala sekam berap
hingga marak membakar nadi
kiblat serong yang harus
ditegak
tembok pemecah yang harus
dirapat
agar pulang kembali ke titik pasti
Apalah erti keris berhulu seri
namun hilang sakti membentuk insani
angkara tangan sundal yang gila
menggatal
niat ku bungkam erat
mohon wasilah tidak mati melarat
Ampang, Selangor.



