ARTIKEL

TANAH SEJENGKAL INI

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram

JOM BACA E-PAPER SUARA SARAWAK/ NEW SARAWAK TRIBUNE PERCUMA SEAWAL 2 PAGI SETIAP HARI. KLIK SINI

HAFIZAH MUNIR

Di tanah sejengkal ini

riuh opera menari nyanyi

bersandiwara dalam kelam

merai di sebalik lingkungan kejam

membentuk hanyir terperam

Saban hari pentas berhias hilang seri

tegaknya tempang sebelah kaki

pasak bersemak berjalar retak

petandang hilang menitip bayang

sisa yang tinggal hanya pejuang

pencari abadi yang rela mengabdi 

walau tercincang

Usah dikubur kambus prinsip

bakti

usah ditiup nyala sekam berap

hingga marak membakar nadi

kiblat serong yang harus

ditegak

tembok pemecah yang harus

dirapat

agar pulang kembali ke titik pasti

Apalah erti keris berhulu seri

namun hilang sakti membentuk insani

angkara tangan sundal yang gila

menggatal

niat ku bungkam erat

mohon wasilah tidak mati melarat 

Ampang, Selangor.

BERITA LAIN

PEJUANG NAFKAH

Dia tidak pernah ambil tahu jika wang di saku sering berbaki cukup-cukup nyawa. Dia tidak pernah peduli kalau ringgit makin mengukuh merujuk ungkapan orang ekonomi.

GELANDANGAN

Melintasi kedai serba ada kulihаt dia berbaring santai menyesak ruang masуk ke pintu kedai pelanggan lalu-lalang memandang sinis menutup hidung. Kita ini miskin atau kaya

BERITA TERBARU

Jalai Balingian–Sungai Anak patut diadu manah

KUCHING: Pengawa ngintu, ngadu sereta nangkir Jalai Perintah Besai Balingian–Sungai Anak ti nyambung rentayan Jalai Besai Pan Borneo begunaka perati dikena nambahka pengelikun enggau pejalai