PROSES Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia disifatkan unik bagi wartawan Suara Sarawak yang membuat liputan di Balai Karangan, Sekayam, Kalimantan Barat semalam.
Ini merupakan kali yang kedua saya membuat liputan pesta demokrasi itu yang kali pertamanya di Konsulat Jeneral Republik Indonesia di Kuching pada tahun 2019.
Tinjauan di sini mendapati pusat membuang undi yang dikenali sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) menggunakan warung kopi, kedai gunting rambut, rumah kedai, pondok malah rumah kediaman bagi pemilih membuang undi.
Lebih menarik perhatian, terdapat petugas pilihan raya di TPS menggunakan busana tradisional kaum masing-masing untuk menarik minat pengundi turun mengundi.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 02 Balai Karangan, Purwanto Paino antara petugas yang ditemui mengenakan busana tradisional kaum Jawa dari Jogjakarta.



