Di atas lipatan matamu
ada segaris kilat
yang pernah melilit di
perkarangan peristiwa
ia menjelma senapang
menembak sebelum peluru.
Kala petang menyusur pantai
dan langit pulang ke makam
paling hitam
sepertiga cebisan sisik lidah
bertaburan dari lembar ke
lembar dari tangan ke tangan.
Aku tak peduli tentang darah
yang mengering di keningmu
tanah dan kayu ini
sedang hangat dengan sebintik bara
yang menyala
di luar garis gelanggang.
J.R JEL
Batu 6, Paitan
5 Ogos 2026



